Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home » Desain Arsitektur » Cara Membedakan Property Untuk Perumahan Syariah Dengan Konvensional

Cara Membedakan Property Untuk Perumahan Syariah Dengan Konvensional

perumahan syariah tanpa riba dan property syariah indonesia

Cara Membedakan Property Untuk Perumahan Syariah Dengan Konvensional

Rumah adalah tempat tinggal yang tidak bisa dipilih secara sembarangan. Bahkan jika menurut islam, ada perbedaan mendasar dalam memilih rumah untuk cara pembeliannya yaitu disebut kredit perumahan syariah tanpa riba. Nah, Bagaimana caranya membedakan property untuk rumah syariah dengan konvensional?

Sebelum masuk kepada pembahasan secara detail, silahkan jawab pertanyaan di bawah ini:

Apa itu riba?
Apa saja macam-maca riba?
Apa jenis dan contoh riba?
Apa hukum riba dalam islam?
Apa itu perumahan syariah?

Bagaimana kaitannya riba dalam islam dengan dosa zina dan rumah islami?

Ternyata pembelian rumah bukanlah soal kredit atau cash maupun punya uang atau tidak, tetapi mengenai fiqh muamalah (read:riba, akad) yang diberlakukan ketika proses jual beli terjadi. Beberapa poin penting mengenai hal mendasar harus diketahui agar mendapatkan rumah yang benar-benar nyaman. Berikut ini adalah cara membedakan property untuk perumahan syariah tanpa riba dengan kredit secara konvensional yang banyak diterapkan di Indoneia menurut www.indopropertisyariah.org.

6 Perbedaan Penting Perumahan Syariah Tanpa Riba Dengan Property Konvensional

  1. Tanpa Pembiayaan Bank

Pembelian rumah secara kredit atau kpr tanpa riba tentu terlepas dari pembiayaan dan kerjasama dengan bank syariah maupun bank konvensional. Pada sistem developer property syariah bank hanya sebagai pihak yang mempermudah transaksi yaitu jasa transfer atau pembukaan rekening biasa. Transaksi dilakukan langsung antara pembeli rumah dengan pengembang rumah.

  1. Tanpa Sita

Pembelian rumah kepada developer properti syariah tidak ada namanya penyitaan. Pada pembelian kredit secara konvensional penyitaan memang penyitaan akan terjadi ketika pembeli rumah tidak bisa membayar dalam kurun waktu tertentu (kredit macet).

Sistem perumahan syariah menerapkan solusi terbaik. Pertama adalah take over terlebih dahulu kepada pihak keluarga terdekat. Kedua adalah memberikan jaminan yang senilai (bukan sertifikat rumah yang diperjual-belikan). Ketiga adalah menjual kembali rumah yang macet kepada pihak lain dan uang hasil penjualan diambil oleh penghuni yang macet tersebut (bukan developer), tetapi sisa hutang tetap harus dilunasi oleh pihak pembeli yang macet.

  1. Tanpa Denda

Rumah syariah menerapkan sistem tanpa denda. Apabila pembeli rumah tersebut mengalami kemacetan hanya beberapa bulan saja (dibawah tiga bulan) maka tidak diterapkan denda. Denda akan dibahas lebih dalam pada poin kelima.

  1. Tanpa Bi Checking/Tidak Bankable

Pembelian rumah kepada pengembang perumahan islami tidak menerapkan syarat yang sulit. Syarat pembelian kredit rumah syariah adalah Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanpa Penduduk (KTP), Akta Nikah, Buku Tabungan. Tidak ada penilaian mendalam seperti yang diterapkan oleh bank syariah atau bank konvensional. Sistem developer properti syariah menerapkan kpr tanpa bi checking sebagai tag line.

  1. Tanpa Riba

Riba adalah pertambahan nilai dari akad atau perjanjian yang telah disepakati. Denda adalah salah satu yang termasuk ke dalam riba, sehingga pengembang rumah islami tidak akan memberlakukan denda pada pembeli rumah. Pada perjanjian dituliskan angka pasti dan tidak bisa ada pertambahan (bunga bank) diperjalan selama cicilan.

Dosa dan hukum riba dalam islam sendiri memiliki beberapa tingkatan. Dosa riba yang paling ringan seperti dosa anak yang menzinahi atau melakukan hubungan intim dengan ibu kandungnya sendiri. Jenis riba lain menyebutkan orang yang melaksanakannya seperti menzinahi seluruh 36 pelacur secara bersamaan.

  1. Tanpa Asuransi

Asuransi terdapat dalam seluruh transaksi pembelian di Indonesia. Sistem kredit syariah untuk jenis perumahan islami ini tidak akan mendaftarkan rumah untuk diasuransikan. Terdapat beberapa dasar hukum islam yang menilai asuransi memiliki unsur kurang baik jika diambil.

Para pihak investor property memang sedikit ditakutkan dengan tidak diterapkannya asuransi. Sistem syariah pada perumahan memang memiliki beberapa kekurangan dan keunggulan.

Rumah bisa dijadikan untuk tempat tinggal, bisnis, investasi. Semoga ulasan ini bisa memberikan informasi sebelum membeli rumah impian.